Coma

COMA

6a00d8341bf74053ef0134855f2f45970c-800wi

-yoongyuyoong-

Im Yoona | Im ChaeYeon | Cho Kyuhyun

Angst

Mobil hancur berantakan.

Hantaman truck pikap empat ton berkecepatan hampir seratus kilometer per jam, menghatam mobil sedan itu dengan kekuatan seperti bom atom. Pintu-pintu terbuka, mobil terbalik, benturan tersebut memercikan api pada serpihan-serpihan tangki bensin. Suaranya begitu keras dan terjadi begitu cepat.

Aku kebingungan aku berlari mencari ayah ku, ayah…!! “Ayah? Ayah? Ayah dimana?” Aku mencari di sekelilingku lalu aku menemukan tubuh tergeletak di dekat mobil sedanku, segera diriku memejamkan mata, pemandangan yang sangat tidak inginku lihat. Wajah ayah ku berlumuran darah aku tak kuat melihat wajah ayah ku penuh dengan darah. Aku kuatkan diriku untuk membuka mata, sedikit demi sedikit kubuka mataku dan berjalan mendekati tubuh ayahku, lututku terasa lemas diriku terjatuh berlutut perlahan tanganku menggapai dada ayahku, tak terdapat degupan detak jantung. Tidak tidak ini tidak mungkin.

Diriku tersadar, Chaeyeon! lalu diriku kembali berdiri mencari kakaku, “Im Chaeyeon? Eonnie?” lalu aku melihatnya terbaring mengenggam tangan mungil seseorang dengan erat, siapa dia? aku berjalan kearah eonnieku dengan sekuat tenaga, lalu diriku mendekat dan melihat wajahnya, tidak..tidak mungkin. Gadis mungil itu adalah diriku, baju putih ku penuh dengan lumuran darah. Apakah aku sudah mati? tubuhku benar-benar terasa lemas dan diriku hanya dapat terduduk melihat ketiga tubuh itu tergeletak tak berdaya.

 

“Korban laki-laki bernama Im Junghwan meninggal akibat benturan kuat di dada sehingga korban kehilangan banyak darah, retak pada tulang rusuk, kaki dan tangan. Meninggal seketika pada pukul 1:43 AM , Selanjutnya korban Im Chaeyeon meninggal akibat benturan keras di dada dan kepala sehingga jantung mengalami tekanan berat sehingga mengalami shock dan berhenti berdetak waktu meninggal sama seperti korban  laki-laki” Tidak!!! ini semua pasti hanya mimpi lalu bagaimana dengan diriku? aku mencoba untuk berdiri mendekati tubuhku tetapi diriku hanya dapat terduduk mengamati tubuhku di kelilingi paramedis yang sedang melakukan tugasnya, aku mencoba sekuat tenaga untuk mendekat untuk melihat kondisi ku, paramedis merobek bajuku sehingga dadaku terlihat dan diriku segera memalingkan wajahku, malu. “Korban Im Yoona, dia selamat, jantungnya masih berdetak lemah  bawa dia sekarang! cepat!” Lalu salah satu paramedis itu berteriak, mamasangkan kantong pemompa dan mulai memompa  “Berapa lama perkiraan Life Flight tiba?” “10 Menit dan butuh 15 menit untuk membawanya ke rumah sakit” “Baik ia bisa bertahan utuk 30 menit kedepan cepat pasangkan papan ini pada punggungnya pastikan tidak ada tulang yang retak”

30 menit sudah berlalu aku terus mengikuti arah tubuhku yang dibawa kesesuatu ruangan. Dingin, ruangan ini terasa dingin, orang-orang kembali sibuk mengurus diriku, mereka mengatakan bahwa diriku hanya mengalami pendarahan kecil di otak dan ada sedikit tulang retak di rusuku ku. “Kita hanya bisa menunggu” Salah satu dokter itu menatapku dengan heran “Ini sebuah keajaiban dia bisa selamat dari kecelakaan yang begitu hebat, kita membutuhkan stock darah O yang banyak beritahu mereka untuk segera mengirimnya, suster aku ingin kau memeriksa bagian perutnya aku akan memanggil dokter park untuk memeriksanya lebih lanjut” “Baik dok”ucap suster itu dan dengan gesit memriksa tubuhku. diriku melihat tubuhku sebentar lalu kembali mengikuti dokter itu keluar ruangan yang dingin ini. “Dok bagaimana kondisi Yoona? apakah dia baik-baik saja?”  Eoh Cho Kyuhyun?   “Kami masih memeriksa tubuh korban lebih lanjut, pasien sedang mengalami Coma, kita hanya dapat menunggu, aku harap anda tabah dan kuat,kalau begitu saya permisi dulu” Kyuhyun kembali terduduk lemas di kursi tunggu itu, mata coklatnya terlihat kosong. Aku menghampirinya dan duduk di sebelahnya memandang wajah pucatnya dalam diam. Kyuhyun akan teringat sesuatu dan segera berdiri berjalan ke arah sesuatu ruangan dan akupun mengikutinya “Keluarga korban Im?” keluarga.. aku tidak mempunyai keluarga, lucu bukan? Ayah ku anak satu-satunya sehingga aku tidak mempunyai keluarga kecuali kerabat dekat dan itu pun hanya kelurga Cho saja. “Ya saya dok” Jawab Kyuhyun dengan suara pilu “Status?” “Saya calon istri korban ” Jawab Kyuhyun lirih, “Korban Im Junghwan dan Im Chaeyeon meninggal di tempat akibat benturan di dada dan otak yang mengakibatkan kehabisan darah, saya turut berduka cita atas kehilangan keluarga anda tuan” Ucap dokter itu dengan tulus dan menepuk pelan bahu Kyuhyun “Terima kasih” Kyuhyun menjawabnya dengan lirih. Kyuhyunpun akhirnya memasuki ruangan itu, ternayata ruangan ini lebih dingin  dari ruangan ku, ruangan ini begitu mengerikan. Kyuhyun berjalan mendekati tubuh yang ditutupi kain putih di tepi ruangan tersebut, ia membuka perlahan kain itu. Ayah? Kuatkan dirimu Im Yoona.

Kyhuhyun berlutut di depan jasad ayahku “Abeoji, Aku berjanji akan melindungi Yoona dengan baik aku janji abeoji, sekali lagi  maafkan aku tidak dapat menjaga abeoji dan Chaeyeon dengan benar, Jeosonghabnida” Kyuhyunpun berdiri dan memberi hormat terakhir kepada ayahku ia membungkukan badannya kemudian menutup kembali kain putih itu. Ingin sekali diriku menitikan air mata tetapi tubuhku tidak bereaksi sama sekali diriku hanya bisa memandang lemah tubuh ayahku. Lalu Kyuhyun mendekat kerah tubuh Chaeyeon dan membuka kain putih yang menutupi tubuhnya “Chaeyeonah..” Mata Kyuhyun mengeluarkan setitik air. Kyuhyun? Menangis? Wah ternyata lelaki paling dingin di dunia ini bisa menangis juga karena seorang wanita? “Chayeonah.. kenapa kau meninggalkan diriku? kenapa kau meninggalkan Yoona? apa yang harus aku katakan pada Yoona nanti yeonah? Bahagiakah kau disana? aku harap kau sudah bahagia bersama abeoji disana. Aku mencintaimu Chaeyeonah” Aku merasakan pilu, suara berat Kyuhyun bergetar hebat hatiku terasa sakit mendengarnya. Diriku tak dapat melihat semua ini, hatiku begitu perih melihatnya. Aku berjalan mendekati tubuh ayahku dan mencium kening ayahku lalu kupeluk tubuhnya untuk terakhir kalinya  begitu pula dengan Chaeyeon eonnie,diriku memeluk dan menciumnya untuk terakhir kali. Lalu aku beranjak keluar dari ruangan yang sangat kubenci saat itu. Beberapa langkah menuju pintu diriku berhenti sejenak di samping tubuh Kyuhyun Kyuhyunah, Chaeyeon eonnie pasti bahagia diatas sana, ia beruntung memiliku mu kyu.

Kemudian diriku berjalan keluar tak ingin melihat adegan memilukan di dalam ruangan itu, aku membencinya. Disaat diriku ingin berjalan keluar terdengar isakan dari dalam. Secepat itu kah kau melupakan ku dan mencintai kakakku Cho Kyuhyun?  lalu diriku kembali berjalan meninggalkan Kyuhyun.

“Sudah satu minggu tetapi tidak ada yang menjenguknya selain lelaki tampan yang bernama Kyuhyun, itupun hanya sekali saat mengurus data-data pasien. Apakah pasien tidak mempunyai teman dekat? Miris sekali hidupnya bahkan keluarga satu satunya telah tiada.” Sejak satu jam yang lalu suster itu terus mengoceh membuat telingaku panas, astaga tidak adakah suster yang lain yang dapat merawatku selain dirinya? “Ya!! Kau jangan seperti itu bodoh, tidak baik membicarakan orang seperti itu, apalagi orang itu sedang terbaring lemah” Benar, suruh temanmu itu berhenti berbicara  telingaku panas kau tau? kurebahkan tubuh ini di sofa dan melihat tubuhku yang sedang di bersihkan oleh kedua suster itu.”Aneh tubuhnya sudah kembali normal tekanan darahnya sudah kembali normal juga, kenapa dia belum sadar juga?” “Kau tau tahayul-tahayul dahulu? Mereka bilang orang coma sebenarnya mereka sadar dan dapat mendengar semua perkataan?, dan orang coma sebenarnya dapat memilih untuk bangun atau tetap terbaring bahkan ia dapat memilih untuk pergi?” Bisik suster berambut pendek itu pada suster yang lain. “Benarkah? Lalu apa wanita ini memilih untuk tetap berbaring begitu?” “Mungkin?” “Dia harus bangun, dia harus bangun dan menjaga‘nya’ Menjaganya? siapa yang harus kujaga? benarkah coma adalah suatu pilihan? diriku benar-benar dibuat pusing dengan percakapan mereka. Sungguh rasanya aku ingin menendang suster itu keluar dari ruangan ini “Kau benar ada alasan dirinya untuk tetap bertahan, mungkin hal itu juga yang membuatnya selamat, Tuhan melindungi mereka berdua dari maut itu”

Mereka?

Akhirnya kedua suster itu selesai membersihkan tubuhku dan pergi dari ruangan ini, sekarang tinggal lah diriku sendiri di ruangan ini Im yoona apa yang akan kita lakukan? Harus kah kita pergi saja menyusul Appa dan Eonnie? Atau tetap tinggal disini? Benar apa yang dikatakan suster menyebalkan itu, diriku kini tidak memeiliki siapa-siapa tak ada alasan diriku untuk tetap tinggal disini. Eonnie! seharusnya kau yang selamat karena kau masih mempunyai Kyuhyun kau tau?! Tetapi suster tadi mengatakan bahwa diriku harus bangun dan menjaga‘nya memang siapa yang harus aku jaga?” Tiba2 suara pintu terbuka terdengar, Eoh? Kyuhyun apa yang dia lakukan disini?

Perlahan kyuhyun mendekati tubuhku yang terbaring lemah “Im yoona maafkan aku baru bisa menjenguk mu, aku baru saja selesai mengurus data-data keluarga mu dan pemakaman ayah dan Chaeyeon mereka sudah tenang disana Yoon” Aku tertegun mendengar kata pemakaman dari bibirnya “Dan Im Yoona, maafkan aku semua ini terjadi karena diriku, aku sungguh-sungguh meminta maaf Yoon aku sungguh menyesal” Diriku segera memalingkan wajahku tak ingin melihat Kyuhyun yang mengasihani diriku yang malang ini, sungguh aku mebencinya  setiap kali ia mengatakan maaf kepada diriku Apakah kau hanya dapat mengatakan maaf padaku Kyuhyunah? “Maafkan aku tak bisa menjaga mu” diriku beranjak berdiri dari sofa dan berhenti tepat dibelakang kyuhyun memunggunginya “Seandainya saja kita masih bersama dan diriku menolak perjodohan itu pasti kejadian ini tidak akan pernah terjadi” Niat diriku untuk meninggalkan ruangan itupun tiba-tiba hilang setelah mendengar ucapannya. Mataku terasa sangat berat dan ada sesuatu yang ingin mendesak keluar dari ujung  mataku Shit jika saja diriku bisa menangis sungguh aku membenci perasaan ini “Jika saja.. jika saja diriku tetap teguh untuk memilihmu dan menolak untuk menikahi chaeyeon, kecelakaan ini tidak  akan pernah terjadi, semua ini salahku Yoon maafkan aku”

BERHENTI MEMINTA MAAF BODOH!!

aku benar-benar marah kali ini, lebih marah daripada disaat dia memutuskan hubungan ‘rahasia‘ ku dengannya. Tiba2 detak jantungku berdetak cepat, suara pendeteksi jantungku berdegup dengan cepat “Im yoona? Bisakah kau mendengarkanku?” Tiba2 tanganku terasa hangat, ternyata ia menggenggam tangan mungil ku, dan suara pendeteksi jantungku kembali berdegup normal, Tubuhku selalu bereaksi jika bersentuhan dengan Kyuhyun dan itupun masih berlaku sampai sekarang. Diriku masih memunggungi kyuhyun tak kuat menahan rasa pilu di dadaku jika melihat adegan dimana ia mengasihani diriku, se-menyedihkan itu kah diriku? sungguh takdir begitu kejam pada diriku.

“Aku mohon kembalilah aku akan menjagamu kali ini dan menebus semua dosa ini padamu aku mohon” akhirnya aku membalikan badan ku melihat punggung kyuhyun bergetar. Kau menangisi diriku? Benarkah? Atau kau hanya kasian melihat nasib ku? “Kau tau Yoona ya, kau benar diriku adalah lelaki brengsek yang berani mencintai dua wanita di waktu yang bersamaan, kau benar aku memang lelaki yang mengerikan tapi aku mohon sadarlah agar kau dapat menghukum lelaki brengsek ini”  HENTIKAN aku benci mendengar pengakuan bodohmu itu. kyuhyun mencium tanganku dan keningku lalu berbalik untuk meninggalkan ruangan ini, tiba2 ia berhenti tepat di depanku dan melihat mataku dalam seakan akan dia dapat melihatku dengan jelas, apakah dia dapat melihatku berdiri disini? Itu tidak mungkin kan “Aku kohon kembalilah” lalu kyuhyun meninggalkan ruangan itu dam menutup pintu dengar rapat.

Kakiku pun menyerah dan akhirnya tubuhku terduduk lemas aku hanya dapat memeluk kakiku, ingin rasanya mata ini mengeluarkan air mata yang mendesak keluar  tapi apa daya tubuh ku tidak dapat bereaksi sama sekali . Akhirnya kukuatkan diriku dan  berbaring disebelah tubuhku Ya! Im Yoona!! Takdir sungguh kejam pada dirimu, lelaki yg kau cintai bertunangan dengan kakakmu sendiri dan sekarang keluarga mu meninggalkanmu sendiri, teman yang benar-benar dapat kau panggil teman pun tak ada. Diriku menggenggam tangan ku yang dingin Haruskah aku kembali? Tidak aku tidak ingin kembali nasib ku sungguh buruk aku tidak ingin kembali ke dunia yang begitu kejam ini. Takdir memoermainkan aku aku tidak ingin kembali tidak. Genggaman tanganku semakin kuat. Tiba2 pintu kembali terbuka

 

Kyuhyun memasuki ruangaku kembali bersama dokter yang merawatku selama ini “Kami akan memeriksa keadaan Yoona” “Baiklah dok” Kyuhyun berdiri di sudut ruangan tidak sekalipun matanya beralih dari tubuhku “Bagimana keadaanya dok?” dokter itu membenarkan kacamatanya dan melihat grafik perkembangan ku “Keadaanya sudah normal dan aku ingin berbicara sesuatu padamu mengenai bayi yang di kandung nona Im” Bayi? “Ma..maksud dokter?” “Ini benar- benar keajaiban nona Im dapat selamat dari kecelakaan maut itu dan keajaiban itu juga berlaku bagi bayi yang di kandung nona Im, ia juga selamat” “Ma..maaf maksud dokter Yoona mengandung seorang bayi?” “Nde, Yoona sedang mengandung dan janin sudah berusia 2 minggu”  Ini sungguh gila, Tidak dugaan ku tidak mungkin benar. Kyuhyun yang diam mematung akhirnya tersadar dari lamunanya “Te..terima kasih dok” “Selamat tuan Cho, kalau begitu saya permisi” Dokter dan suster itu meninggalkan Kyuhyun sendiri. Kyuhyun terduduk dan menggenggam tanganku, dan tanganku kembali terasa hangat “Im yoona apakah bayi yang kau kandung adalah bayiku?”

 

Flashback

“Kau tau kan bahwa hanya dirimu yang aku cintai yoon?” “Kalau begitu kenapa kau tidak mengatakan hal yang sebenarnya mereka Kyu?” suaraku mulai meninggi dan menatap tajam mata coklat Kyuhyun “Kau ingatkan permintaan terakhir ibu mu adalah menjadikan diriku sebagai menantu?” “Lalu kenapa kau tidak menikahi diriku saja?Kenapa Chaeyeon? Kenapa kakaku sendiri Cho Kyuhyun?!!” Pekiku “Permintaan Ibumu adalah menikahi ‘anak kandungnya’ Yoon… dan sebenarnya diriku mencin..” J”Kau mencintai Chaeyeon eonnie, kau mashh mencintai cinta pertama mu” ucapku lirih “Maafkan aku Yoon” Jawab kyuhyun lirih. Ah, aku lupa bahwa diriku hanyalah anak pungut bukan? Jadi itu alasan kenapa ayah menjodohkan Kyuhyun dengan Chaeyeon bukan dengan diriku. Ayah hanya menginginkan Kyuhyun untuk keturunanya, bukan untuk anak asing yang tinggal serumah dengan mereka benar begitu?  dan fakta yang ayah tahu adalah Chaeyeon cinta pertama Kyuhyun dan ayah tidak mengetahui bahwa diriku dan Kyuhyun memiliki sesuatu hubungan, benar begitu bukan? “Kau benar-benar brengsek Kyu, jika kau masih mencintai Chaeyeon kenapa kau hadir dalam hidupku? KENAPA?!”

Hening, tidak ada satu pun yang berbicara hanya deruan nafas yang berhembus cepat yang terdengar di ruangan, diriku hanya terdiam mencoba menenangkan degupan jantungku yang  berpacu dengan cepat.

“Maafkan aku Yoon… jika, jika saja..diriku dapat memilih, diriku juga tidak ingin mencintai dua wanita sekaligus, hati ini dapat mencintai dua wanita diluar kendaliku” ucap Kyuhun dengan lirih. Diriku menghembuskan menghembuskan nafasku dengan berat “Kalau begitu kita akhiri hubungan ini Kyu, menikahlah dengan Chaeyeon dan anggap saja kau tidak pernah mengenalku.” Segera ku kemas barang-barangku yang berserakan di lantai hotel ini dan meninggalkan Kyuhyun sendiri. Saat diriku menggenggam ganggang pintu tiba-tiba Kyuhyun menarik tangan ku dan mendekap tubuh mungilku dalam pelukannya. “Lepaskan brengsek” “Tidak Yoon aku tidak akan melepaskan mu” dirikupun memberontak dalam pelukan Kyuhyun mencoba untuk melepaskan pelukannya namun tenagaku hanya sia-sia. “Lalu apa yang kau inginkan? Sialan!” Diriku sudah berhenti memberontak, badanku terlalu lemas untuk menyingkirkan keparat ini “Diriku hanya ingin memiliki mu kali ini saja”

Kyuhyun menariku danmerebahkan tubuhku di kasur, bibir tebalnya melumat bibirku dengan rakus. Diriku mencoba untuk memberontak kembali tetapi tenagaku benar-benar sudah habis dan  membiarkan Kyuhyun menjamah tubuhku

 

Keesokan harinya diriku segera mengemasi barang-barangku yang berserakan di lantai hotel dan pergi meninggalkan kyuhyun sendiri.

 

“Maaf ayah tetapi aku ingin tinggal sendiri di Busan” “Tapi Im Yoona! kakakmu akan segera menikah dan kau malah pergi begitu saja? kau tidak boleh pergi kemana-mana Yoona!” Ayah rupanya geram dengan pernyataan konyol ku, tetapi sekali lagi maaf ayah aku harus segera pergi, diriku tidak kuat menerima semua ini. Diriku segera berlari menuju kamarku dan mengemas semua bajau-baju yang berada di lemari kemudian menguatkan diriku sebelum beranjak pergi dari rumah. Diriku melompat keluar jendela dan jalan mengendap-ngendap keluar dari gerbang rumah, begitu diriku berada diluar rumah segera diriku menuju halte bus dan pergi menuju busan. Siapa sangka ternyata ayah lebih pintar dan lebih cepat dariku, ayah menjemput diriku di busan bersama Chaeyeon ayah begitu geram dengan perbuatan ku, Ia menarik paksa diriku masuk kedalam mobil. “Kenapa tiba-tiba kau bertindak bodoh Yoon? ayah sungguh kecewa dengan dirimu ” Ayah benar-benar marah kali ini “Jika ayah benar-benar kecewa pada diriku, biarkan saja diriku tinggal dibusan kalau seperti itu” “IM YOONA!!!” Bentak ayah ku tiba-tiba Chaeyeon eonnie berteriak “AYAH AWAS!!!!” dan semua menjadi gelap

End of flashback

 

Haruskah diriku bangun? diriku ingin sekali pergi meninggalkan dunia ini dan ikut pergi bersama ayah dan Chaeyeon, diriku sangat menyesal karena tindakan bodohku semua menjadi berantakan seperti ini, seharusnya tuhan merenggut nyawaku saja tidak dengan ayah dan Chaeyeon, tetapi Tuhan mempunyai rencana lain, lalu semua keadaan diperburuk dengan kehadiran janin diperutku, dengan mengetahui adanya sebuah kehidupan di dalam perutku membuat diriku goyah, diriku ingin menyelamatkan bayi yang tak bersalah ini tetapi aku tidak ingin menjalani kehidupan yang kejam di dunia ini. Tiba-tiba pintu terbuka dan terpampang wajah pucat Kyuhyun yang berjalan mendekat diriku

Anyeong? Aegi-ya.. ini aku Cho Kyuhyun Kyuhyun mengelus lembut perutku, terasa getaran hebat didalam tubuhku disaat Kyuhyun menyentuh tubuhku “Aku tahu, diriku  adalah orang yang sangat kurang ajar pada Ibu mu dan juga imo-mu, tetapi lebih kurang ajar jika diriku melantarkanmu benar begitu bukan? biarkan diriku membayar dosa-dosaku dengan menjagamu dan merawatmu, kau tidak keberatan bukan? kau akan menerimaku sebagai ayahmu bukan? kau menerima lelaki yang tidak tahu malu ini sebagai ayahmu kan? maaf kan aku karena tidak dapat menjaga ibu mu dengan baik” Tangan ku terasa basah, rupanya Kyuhyun menangis, ia terus mengelus perutku perlahan-lahan dengan lembut.

“Yoona-ya…, memang benar diriku masih mencintai Chaeyeon, ia adalah cinta pertamaku ia memiliki tempat sendiri di hatiku tetapi rasa cinta ku pada Chaeyeon berbeda dengan dirimu, Chaeyeon adalah masa laluku dan kau adalah masa depanku, sungguh aku tau aku lelaki yang benar-benar tidak bertanggung jawab padamu, pada saat itu diriku dilanda shock berat disaat ayah tiba-tiba menjodohkan diriku dengan Chaeyeon sehingga diriku tidak bisa langsung menolak permintaan ayah, ditambah ayah berbica mengenai kemauan ibumu yang begitu menginginkan anaknya menikah dengan diriku, diriku tidak tega untuk menolak permintaan ayah Yoon. Tetapi malam itu malam dimana kita berada di hotel menyadarkan sesuatu hal, bahwa rasa cintaku pada dirimu berbeda Yoon, saat itu juga diriku ingin membatalkan pernikahan ku dengan Chaeyeon dan mengatakan hal yang sebenarnya diantara kita, tetapi pagi itu diriku tidak dapat menemukan mu, aku sungguh panik disaat mengetahui kau meninggalkanku disaat diriku ingin menemuimu tiba-tiba diriku mendapat kabar dari polisi bahwa kau mengalami kecelakaan bersama ayah dan Chaeyeon, dan kejadian itu seratus persen menyadarkan diriku bahwa diriku tidak dapat kehilangan dirimu Yoon, bahkan diriku sudah merelakan kepergian Chaeyeon walaupun diriku masih tidak percaya dirinya telah meninggalkan kita. Tetapi kehilangan dirimu adalah hal terakhir yang tidak ingin aku alami yoon, jadi aku mohon kembali lah, eoh? Hukum aku silahkan kau menjambak diriku,pukul diriku karena telah melukai hati mu ,  ani,  diriku telah merusak hatimu, maka dari itu bangunlah biarkan aku menyembuhkan hatimu, mari kita ulangi semua ini dari awal, aku mohon Im Yoona jangan tinggalkan aku sendiri, aku begitu takut Yoon..”

 

Tubuh Kyuhyun bergetar keras, matanya terus mengeluarkan air mata, aku tak kuasa melihat Kyuhyun selemah ini, haruskah aku memberinya kesempatan kedua? Kyuhyun menggengam tanganku erat. Air matanya tak kunjung berhenti, tak terasa airmataku pun ikut menetes. Tunggu..diriku menangis? aku bisa menangis? diriku sudah kembali? Tiba-tiba diriku dapat menggerakan tanganku perlahan.

“Yoona?”

Mungkin keputusan ku untuk kembali dalam tubuhku karena ada kehidupan di dalam perutku, kini diriku menjadi seorang ibu, dan yang kedua,

Mungkin karena diriku ingin memberi kesempatan kedua untuk Kyuhyun, atau yang

Ketiga ini memang takdir yang tuhan tulisan untuk diriku, kisah cinta memang tidak seperti dalam dongeng-dongeng yang mengalir seperti air, kisah cintaku dan Kyuhyun tidak dengan mudah bersatu begitu saja, butuh perjuangan dan pengorbanan dalam kisah cintaku dan Kyuhyun.

Itulah cinta sejati yang sebenarnya, sebesar apapun rintangan yang menajuhkan mu dengannya, ia akan kembali dan menemukan jalan pulang yang benar.

Karena ‘rumah’ Kyuhyun adalah dimana diriku berada


 

INI APA APAAAAN  beribu ribu maaf buat FF yang gagal ini sungguh maaf karena FF ini menurut aku gagal total TT.TT ntah kenapa feel aku tiba-tiba ilang ditengah-tengah nulis FF ini dan ide cerita awal FF ini tiba2 berbelok arah/? menjadi aneh kaya gini sekali lagi aku mohon maaf buat reader yang kecewa sama tulisan aku

 

sekali lagi aku minta maaf sebesar-sebasarnya

-Yoongyuyoong-

Advertisements

16 thoughts on “Coma

  1. Harusnya baca ini ngga di pagi hari begini… sedih bercampur kesel pengen mukulin si Kyuhyun-_- jadi cowok serakah banget ya adik kakak diembat semua, eh gapapa ding cowo ganteng kek Kyuhyun mah bebas wkwkwk. Btw kasian Yoona, udah tau kenyataan kalo ternyata si bebeb masih sayang kakaknya, eh masih diajakin gituan😿 fix Kyuhyun jahattttttt.
    Oya pon, baca ini ngingetin sama film If I Stay, pernah nonton juga kan yaaa, cuma yang ini konfliknya lebih bagus daripada IIS, coba deh dibuat versi filmnya pon, fix ngalahin IIS dah😂😂😂

    Like

    1. hehehe Kyuhyun disini emang ceritanya cowo brengsek dan hal ini emang sering terjadi dimana cowo suka sama dua permpuan dan sidat Yoona yg naive tetep kekeuh sama cintanya sama Kyuhyun ya jadi nerima2 Kyuhyun lagi hahaha

      Sebenernya aku buat FF ini dari versi Novelnya If I Stay kalo versi filmnya aku belum nonton deh hahaha ntar aku tonton deh versi filmnya sama ga kaya yg di novelnya ^^

      Like

  2. Keren thor crtanya.. kyu oppa sh plin plan orngnya pas jauh dri yoona eonni aja bru ngerasa khilangan.. memang yg berhrga itu bru brsa pas kta khlangan.. please buat kyu oppa brsaha buat dpetin hti yoona eonni. Yoona eonni jgan mdah didketi kyu oppa biar kyu oppa berjuang. dtggu ya chap slnjutnya

    Like

  3. Alur nya memang bener2 hrs dicermati dengan baik….
    Menjelang akhir baru tau gmn kondisi hubungan mereka…bener2 menyedihkan..
    Ceritanya lumayan panjang..bikin puas bacanya…

    Like

  4. sedih, kasian sm yoona nya jg kesel sm si kyu dua2 nya mau x_x untung ending nya ttp kyuna tp kyk nya msh agk gantung ga tau reaksi yoona stlah sadar..
    bikin sequel nya dong thor >.<

    Like

  5. Gagal apanya? Menurut aku ff ini ga gagal ko.
    Kurang ajar banget itu si kyu. Udah tau mau nikah, masih aja ngehamilin cewe lain ㅋㅋㅋ
    Btw, awal baca aku malah ngebayangin ceritanya kaya 49 days

    Like

  6. Ngehehe ternyata udah dipost kirain belum, aku gak liat tadi wkwk kyuhyun mah jahat bgt, kan bisa aja tuh nolak kalo seandainya dia benar2 cintah sama yoong. Ada sequel(?) kah ini thor?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s